Senin, 28 September 2015

Jumat, 25 September 2015

3 Dara [Short Review]

Judul: 3 Dara (2015)
Sutradara: Ardy Octaviand
Pemain: Tora Sudiro, Adipati Dolken, Tanta Ginting
Sinopsis:
Jay, Arifin dan Richard merupakan 3 orang pria yang kurang menghargai wanita dalam kehidupan mereka. Mereka lalu mendapatkan karma menjadi berkprebadian wanita yang lalu mengubah hidup serta sudut pandang mereka terhadap banyak hal.

Minggu, 13 September 2015

Bidadari Terakhir [Short Review]

Judul: Bidadari Terakhir (2015)
Sutradara: Awi Suryadi
Pemain: Maxime Bouttier, Whulandary Herman, Julian Jacob
Sinopsis:
“Rencanakanlah semua, dan masa depanmu akan cemerlang.” Itulah yang diyakini RASYA (17). Karena itulah ia terus belajar dan belajar, demi mengikuti jalan yang dipaparkan ayahnya, TAMA (52), seorang pejabat PNS berkarir cemerlang. Kegiatan apa pun yang di luar rencana besarnya itu tak jadi prioritas, dan karena itu jugalah ia terus menghindari pendekatan MARIA (16) seorang adik kelas yang suka padanya.

Hingga suatu hari HENDRA (17), teman Rasya, menggeretnya ke sebuah tempat pelacuran untuk refreshing. Di sanalah, dalam sendiri menunggu Hendra selesai, ia bertemu dengan EVA (21), salah satu pelacur di sana. Pribadi Eva yang blak-blakan dan selalu “hidup untuk hari ini” membangkitkan ketetarikkan Rasya. Saking tertariknya, pada hari-hari berikutnya Rasya sengaja berkunjung hanya demi bercakap-cakap dengan Eva.

Seusai kelulusan SMU, Rasya meninggalkan semua rencananya. Ia ingin, paling tidak untuk sementara, hidup untuk hari ini. Ia akan berkelana, terus memperluas cakrawalanya, dan berusaha menemukan jalan untuk dirinya sendiri. Apakah Rasya akan memilih EVA seorang pelacur yang mampu mengubah hidupnya ? atau Maria adik kelasnya yang sangat mencintainya ? Saksikan di bioskop mulai 10 September 2015. (sumber: cinema 21)

Sabtu, 12 September 2015

Doea Tanda Cinta [Review]

Beberapa bulan yang lalu aku mencoba melepas penat setelah ujian. Aku pun datang ke bioskop yang paling dekat dari kampusku, yaitu Delta Plaza. Sayangnya hanya film Indonesia yang diputar di sana hari itu (padahal awalnya mau nonton 'Pitch Perfect 2'). Akhirnya aku pun memilih 'Doea Tanda Cinta' karena jamnya kebetulan pas. "Yah, daripada nonton horor, bolehlah..." pikirku.

Bikin Film Itu Nggak Gampang 2

It's not HARD, actually. It's just NOT LIKE I HAVE EXPECTED.

Jumat, 11 September 2015

Bikin Film Itu Nggak Gampang

Aku mau sedikit cerita tentang pengalamanku hari ini. Jadi tadi aku habis nonton sebuah film Indonesia (mungkin next time aku tulis review-nya). Filmnya sebenarnya bagus, tidak seburuk ekspektasiku pas baca sinopsisnya di website cinema 21. Namun tetap saja, masih ada beberapa klise dan plot-plot yang boring. Abis nonton tadi aku berencana pulang dan mengkritik abis-abisan film tersebut.

Senin, 07 September 2015

Lava, Pixar Short Film [Comment Sesion]

This short movie is so WOW! Setelah kemarin disuguhi film pendek 'Feast' yang menjadi pembuka film 'Big Hero 6', kini Pixar menyuguhkan 'Lava' sebagai pembuka film 'Inside Out'. Film animasi musikal ini surprisingly great

Minggu, 06 September 2015

Next Review

Sudah terlalu banyak film Indonesia yang jelek, tidak mendidik dan memperburuk citra industri film kita di mata masyarakat sendiri. Yang kena imbasnya adalah film-film lokal yang bagus dan digarap dengan serius, tetapi sepi penontonnya. Saking sepinya malah cepet menghilang dari bioskop-bioskop.

Kamis, 03 September 2015

Pernahkah Kau Kehilangan Sahabat? [Ask.fm Session]

Sebelumnya aku minta maaf buat kalian yang lagi nggak ingin galau, soalnya postingan galau ini bakalan baper (bawa perasaan) banget. Langsung aja, pertanyaan kita hari ini adalah:


Pernah nggak kehilangan/berpisah sahabat? Apa yang kamu rasain saat itu atau 'seandainya' hal itu terjadi?

Jenderal Soedirman [Short Review]


Judul: Jenderal Soedirman (2015)
Sutradara: Viva Westi
Pemain: Adipati Dolken, Ibnu Jamil
Sinopsis:
Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik. Soekarno-Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang sedang didera sakit berat melakukan perjalanan ke arah selatan dan memimpin perang gerilya selama tujuh bulan. Belanda menyatakan Indonesia sudah tidak ada. Dari kedalaman hutan, Jenderal Soedirman menyiarkan bahwa Republik Indonesia masih ada, kokoh berdiri bersama Tentara Nasionalnya yang kuat.
Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu. Kemanunggalan TNI dan rakyat lah akhirya memenangkan perang. Dengan ditanda tangani Perjanjian Roem-Royen, Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan RI seutuhnya. (sumber: cinema 21)

Slank Nggak Ada Matinya [Short Review]

slank

Judul: Slank Nggak Ada Matinya (2013)
Sutradara: Fajar Bustomi
Pemain: Adipati Dolken, Ricky Harun, Ajun Perwira, Aaron Ashab, Deva Mahenra, Merriam Belina
Sinopsis:
Film diawali ketika Slank tur 30 kota tahun 1997 dan kehilangan 2 gitarisnya. Abdee dan Ridho yang awalnya cuma menjadi additional players di tur itu ternyata dirasa cocok oleh Bimbim, Kaka dan Ivanka. Mereka berdua pun menjadi personil tetap Slank. Grup band beraliran blues yang mewakili banyak golongan anak muda di Indonesia ini ternyata mengalami berbagai masalah internal. Dua anggota baru Slank, dibantu dengan Bunda Iffet, berusaha mempertahankanimage Slank yang inspiratif dimulai dengan memperbaiki diri kebiasaan buruk Bimbim, Kaka dan Ivanka. Slank yang terkenal slenge'an itu pun menghadapi kesulitan terbesar mereka, yaitu melalui rehabilitasi yang menyakitkan agar bisa lepas dari narkoba. Akankah Slank memilih untuk bebas narkoba atau mempertahankan idealitas yang telah mengantarkan mereka terhadap kesusksesan sejauh ini?


Gangster [Short Review]

gangster poster

Judul: Gangster (2015)
Sutradara: Fajar Nugros
Pemain: Hamish Daud, Nina Kozok, Agus Kuncoro, Dwi Sasono
Sinopsis:
Jamroni adalah anak desa yang pergi ke Jakarta untuk mencari teman kecilnya, Sari. Ia disuruh ayahnya seperti itu karena ternyata ia anak pungut dan Sarilah yang paling mengerti jati diri Jamroni.

Jamroni lalu bertemu dengan Retta yang sedang dikejar-kejar bodyguard ayahnya, Hastomo, karena kabur dari rumah. Retta mau dijodohkan ayahnya oleh anak seorang rekan bisnisnya, Amsar, karena berhutang budi. Karena tidak punya pekerjaan, Jamroni pun menjadi pengawal pribadi Retta yang disalahsangkakan sebagai pacar Retta. Setelah Amsar mengetahui hal tersebut, ia marah pada Hastomo dan menyewa pasukan untuk menyerang
Hastomo dan membunuh Jamroni.

Akankah Jamroni selamat dari kejaran pembunuh bayaran yang disewa Amsar dan Hastomo? Akankah ia bertemu Sari teman kecilnya atau malah jatuh cinta dengan cewek modern Retta? Lalu bagaimana pertarungan antar gangster Amsar dan Hastomo?
Saksikan semuanya di GANGSTER!

Battle of Surabaya [Short Review]

BOS

Judul: Battle of Surabaya (2015)
Sutradara: Aryanto Kurniawan
Pengisi Suara: Dominic, Reza Rahadian, Maudy Ayunda
Sinopsis:
Setelah pemboman kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Sekutu, Jepang mengakhiri perang melawan Sekutu. Penyerahan Jepang atas Sekutu tersebut ditandatangani di atas Kapal USS Missouri. Indonesia Merdeka! Lepas dari penjajahan Jepang. Tetapi langit Surabaya kembali memerah. Peristiwa Insiden Bendera di Hotel Yamato dan kedatangan Sekutu yang ditumpangi Belanda menuntut hak atas Hindia Belanda. Disisi lain juga terjadi gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam, sebuah organisasi paramiliter bentukan Jepang. Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Pak Moestopo, Bung Tomo dan tokoh-tokoh lain membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo & pemuda Indonesia untuk memilih bangkit melawan penjajahan.


Cerita Battle of Surabaya merupakan cerita adaptasi dari peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang kemudian membawa misi sebagai kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia. Selain surat rahasia Musa juga mengantar surat-surat pribadi para pejuang untuk keluarganya. Bersama sahabatnya Yumna (Maudy Ayunda) dan Danu (Reza Rahadian), Musa mengalami petualangan hebat hingga banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya. Bagaimana petualangan Musa menyelesaikan misi-misinya diantara ancaman para musuh dan perang yang terjadi waktu itu, saksikan di Bioskop mulai tanggal 20 Agustus 2015!
BATTLE OF SURABAYA - There is no glory in war! (sumber: cinema 21)